Pertanyaan-Pertanyaan Mengenai Haid / Datang Bulan

1. Mengapa muncul rasa nyeri sebelum datang bulan?
Menurut Richard P. Frieder, seorang ginekolog di Rumah Sakit UCLA di Santa Monica California, rasa nyeri yang muncul pada awal masa haid termasuk dalam kondisi PMS (premenstrual syndrome).
Hal ini sering terjadi karena tubuh sensitif terhadap perubahan hormon. "Dalam 10 hari sebelum haid datang tingkatan jumlah hormon baik progesteron maupun esterogen akan berubah secara cepat,” kata Frieder.
Kondisi ini dapat menimbulkan gejala perut kembung, sakit kepala, dan nyeri di bagian payudara. Untuk mengurangi gelaja tersebut, Frieder menganjurkan, mulailah teratur berolahraga, perbanyak minum air putih dan mengurangi minuman berkafein dan beralkohol.
Mengonsumsi vitamin D juga bisa mengurangi gejala PMS, hal itu diungkapkan di Archives of Internal Medicine setelah melakukan penelitian pada 3000 wanita. Selain itu, wanita yang mengonsumsi susu rendah lemak, atau jus jeruk empat kali sehari dapat mengurangi gejala PMS selam 10 tahun mendatang.

2. Apa penyebab siklus haid kerap tidak teratur?Pada beberapa wanita memiliki masa subur atau ovulasi yang tidak teratur. Hal ini berpengaruh pada siklus haid. Menurut Mary S. Dolan, MD, profesor ginekolog di Emory University School of Medicine, Atlanta, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika haid tanggal haid selalu berbeda tiap bulannya.
Perhitungan siklus haid normal berkisar antara 25 hingga 35 hari dihitung dari hari pertama datang bulan, hingga datang bulan selanjutnya. Jika perhitungan masa haid masih dalan kisaran ini, siklus Anda masih tergolong normal.  Tapi, jika selama 3 bulan berturut-turut haid tidak datang, sebaiknya periksakan kondisi ini ke dokter.

3. Apakah mungkin hamil saat haid?
Jawabannya, mungkin saja. Pada sebagian wanita, saat ovulasi juga mengeluarkan darah. Jika Anda melakukan hubungan seksual di akhir masa haid, lalu siklus ovulasi cukup panjang, sehingga pembuahan bisa saja terjadi.

4. Apakah pembalut bisa menyebabkan alergi dan iritasi kulit?
Pada dasarnya pembalut dibuat seaman dan senyaman mungkin untuk dikenakan. Sebelum dipasarkan, tentunya proses pembuatannya sendiri sudah melalui serangkaian penelitian dan uji coba yang panjang.
Walaupun begitu, tetap saja zat-zat yang dikandung pembalut, seperti pewangi, pewarna, bahan perekat, pengawet, pelembut dan sebagainya bisa menimbulkan efek negatif pada tubuh. Bagi wanita yang berbakat alergi, pewangi pada pembalut dapat menjadi salah satu sumber alergi maupun iritasi.


Untuk mencegahnya, ada baiknya memilih pembalut yang tidak memakai pewangi. Usahakan mengganti pembalut minimal 3-4 kali sehari, atau bila dirasa sudah tidak nyaman atau basah, segera ganti. Dan, usahakan daerah sekitar kewanitaan selalu kering saat haid. Keringat dan kelembaban yang tinggi juga bisa menjadi pemicu iritasi.
Share on Google Plus

About Awang Paink

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar